
Blog # 2
Perpisahan untuk sebuah pertemuan
Diawali dengan perpisahan, di pertengahan bulan December aku memilih untuk berpisah dengan mantanku yang sudah bersama selama setahun dua bulan itu. Aku sudah tidak bisa menerima perlakuan dia kepadaku dan keluargaku. Dia amat tersangat tidak sopan dan kasar. Itu bukanlah pilihan yang gampang jika kamu mau tau, iya aku tersakiti, iya aku sangat membencinya meski terkadang terlintas pemikiran untuk kembali kepadanya. Tetapi di saat aku mencoba bertanya jika dia ingin berusaha untuk menata lagi hubungan ini, dia memilih untuk menyakiti aku lagi dan lagi. Dan akhirnya setelah beberapa minggu lewat aku memilih untuk melupakan dirinya untuk selamanya.
Merasa tidak diingini olehku lagi dia tidak bisa menerimanya dan melakukan semua cara untuk memintaku kembali kepadanya. Tentunya aku menolak dia mentah-mentah. Aku sangat terganggu dengan perilakunya itu dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke Indonesia untuk melepaskan semua stressku, terlebih perkerjaanku yang sudah mulai tidak menyenangkan itu mendukung aku untuk mengambil cuti dan aku mengambil cuti selama satu bulan dua puluh hari. Aku memilih untuk pulang di bulan February karena dua temanku mengadai pernikahan di Indonesia.
February satu tepatnya aku sampai ke Indonesia, adik kelasku menawarkan untuk menjemputku dari bandara. Aku memang tidak memberitahu banyak orang tentang kedatanganku ini karena aku ingin mencoba mencari suasana baru dan mencicipi makanan Indonesia saja
karena aku sudah sangat rindu. Di malam kedatanganku entah mengapa aku memilih mendownload dating app di handphoneku lagi. Disaat aku mendowload app itu sebenarnya aku tidak banyak berharap untuk segera mendapatkan calon pacar yang baru, aku mendownloadnya hanya untuk sekedar mencari teman baru. Tetapi Tuhan berkata lain, di malam itu juga aku bertemu dengannya. Dia sms aku dan berkata “Hi, salam kenal, nice to match with you.” dan aku membalas “Hallo, salam kenal” trus dia membalas “Tinggal dan kerja dmn Ame?” tetapi aku tidak langsung membalas nya hingga kebesokan harinya.
Keesokan harinya, aku menjelaskan kepadanya jika aku tidaklah tinggal di Indonesia lagi dan aku hanya jalan-jalan ke Indo, sekarang aku warga negara Amerika dan tinggal disana. Dia membalas dan menunjukan ketertarikan nya dengan Amerika dan dia menjelaskan bahwa dia berencana untuk ke Amerika dan kerja di akhir tahun ini jika Tuhan mengizinkan. Mendengar bahwa dia tertarik untuk pindah ke Amerika membuat aku tertarik untuk berbicara dengannya. Dia bertanya jika aku ingin textingan lewat app lain dan akhirnya kita bertukar nomor telefon dan media social lainnya seperti Instagram dan Facebook.
Sesudah itu kita bertukar text seharian, menceritakan keseharian kita dan mengenal sesama lebih dalam. Dia memberitahuku bahwa dia ingin sekali bisa kerja dan hidup di Amerika dan aku hanya bisa mendoakannya semoga mendapatkan visa dan memberikan sedikit masukan tentang Amerika. Di malam itu dikarenakan dia sedang mengendarakan mobil jadi dia memutuskan untuk mengirim pesan lewat suara, di salah satu pesan itu dia berkata “Anyway foto kamu itu ada lesung pipinya yah? samaan dong kita” kata-kata itu membuat aku tersenyum. Disaat itu juga dia betanya jika aku ingin bertemu muka dengannya. Aku membalas dan berkata “Aku malu.. mau bertemu dimana dan ngapain? (karena sudah malam)” Sudah lewat beberapa menit dia memberitahu aku bahwa dia tidak bisa bertemu denganku malam itu dikarenakan ada saudara yang datang kerumahnya. Jadi kita berencana untuk bertemu sehabis tahun baru imlek. Tetapi aku memberitahunya bahwa aku mungkin akan merayakan tahun baru imlek ini di Singapore dengan keluargaku dan disaat aku balik ada perkawinan temanku yang harus aku hadiri. Jadi intinya aku itu akan sibuk.
Dia tidaklah putus semangat untuk mengajak aku bertemu, dan bertanya dimana temanku akan menikah. Aku menjelaskan kepadanya dan bercerita bahwa aku ingin mengajak seseorang untuk menjadi +1 nya aku di pernikahan temanku ini tetapi aku tidak kenal siapa-siapa disini. Jadi dia menanyakan jika aku tidak mengajak cowoku ke Indonesia, dan aku menjelaskan bahwa aku sudah putus dengan cowoku. Dan dia bertanya “jadi kamu mau ajak aku?” dan aku jawab “jika kamu mau jadi +1 aku boleh, tapi kita aja belum pernah bertemu secara langsung” dan akhirnya dia bilang “ok, aku akan atur jadwalnya” dan tiba-tiba dia bertanya “kamu kapan ulang tahunnya?” dan aku bilang “tanggal 4 agustus” dan dia membalas “semoga tanggal 4 agustus aku bisa kasih kamu kado secara langsung.” Disana itu aku bertanya-tanya dalam hati apa maksud kata-kata itu. Kita belum aja bertemu secara langsung tetapi seakan dia ingin berjuang untukku. Aku bertanya kepada Tuhan “Apa yang akan terjadi kepada hidupku kedepannya yah? Apa rencana-Mu?”
